Pendidikan

Hari Buruh Berkelas! Unisda Buka Jalan Buruh Jadi Doktor, Ini Gebrakannya

Batam,  Portal Jawa Timur – Momentum Hari Buruh Internasional tahun ini dimaknai dengan cara yang lebih reflektif dan visioner oleh jajaran pimpinan Program Doktor Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur. Di tengah gaung perjuangan kaum pekerja, Unisda justru menghadirkan horizon baru: pendidikan doktoral sebagai jalan transformasi kelas pekerja menuju lompatan peradaban.

Baca Juga: Gairah Gelar Doktor Meningkat, Unisda Lamongan Buka Karpet Merah untuk Tokoh NU

Bertempat di Batam, Kepulauan Riau, Ketua Program Doktor Unisda, Prof. Dr. Babun Suharto, menggelar sosialisasi pendaftaran program S3, Jumat (1/5/2026). Dalam forum tersebut, diperkenalkan dua program unggulan, yakni Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam, yang dirancang tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai wahana pemberdayaan intelektual.

Baca Juga: Unisda Lamongan Naik Level! Sekjen Kemenag Launching Program Doktor yang Kian Diminati

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, akademisi, hingga kalangan profesional, termasuk para pekerja yang mulai memandang pendidikan tinggi sebagai instrumen strategis mobilitas sosial dan transformasi diri.

Dalam paparannya, Prof. Babun menegaskan bahwa peningkatan jumlah doktor di Indonesia bukan sekadar capaian akademik, melainkan kebutuhan strategis bangsa di tengah kompetisi global.

“Hari Buruh tidak hanya tentang tuntutan kesejahteraan, tetapi juga tentang peningkatan kualitas manusia. Kami percaya, ketika kaum pekerja memiliki akses hingga pendidikan doktoral, maka mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang menentukan arah masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Unisda berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pekerja, untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi. Baginya, kualitas sumber daya manusia adalah fondasi utama kemajuan bangsa, dan salah satu indikator pentingnya terletak pada kuantitas serta kualitas doktor yang dimiliki.

Pandangan senada disampaikan oleh Rektor IAIN Ar Risalah Inhil, Dr. Said Masykur, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pendidikan doktoral memegang peran sentral dalam membangun peradaban bangsa yang berdaya saing.

““Kita tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kerja tanpa penguatan keilmuan. Dunia kerja hari ini menuntut kapasitas berpikir kritis, inovatif, dan visioner. Di sinilah peran doktor menjadi sangat penting, termasuk bagi mereka yang berasal dari kalangan pekerja,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa korelasi antara peningkatan jumlah doktor dan kemajuan bangsa merupakan sebuah keniscayaan. Negara-negara maju telah membuktikan bahwa investasi pada pendidikan tinggi khususnya jenjang doktora, berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi, teknologi, dan peradaban.

Sosialisasi ini sekaligus menegaskan posisi Unisda bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan agen transformasi sosial. Antusiasme peserta di Kepulauan Riau menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran untuk melanjutkan studi hingga jenjang doktor kian meningkat, bahkan di wilayah yang selama ini dipersepsikan jauh dari pusat-pusat pendidikan.

Mengusung semangat Beyond Smart University, Unisda terus memperluas jangkauan dan dampaknya, memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa.

Pada akhirnya, Hari Buruh tahun ini mengirimkan pesan yang lebih dalam: perjuangan tidak hanya berlangsung di jalanan atau ruang kerja, tetapi juga di ruang-ruang ilmu. Sebab ketika buruh menjelma menjadi intelektual, dan pekerja tumbuh menjadi pemikir, Indonesia tidak sekadar bergerak melainkan melompat menuju peradaban yang lebih maju dan bermartabat (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!