Dari Lamongan, Unisda Siapkan Generasi Unggul yang Tak Sekadar Pintar
Prof. Dr. HM. Afif Hasbullah: Mari Jadikan Unisda sebagai Rumah Besar Menimba Ilmu
Lamongan, Portal Jawa Timur – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur, meneguhkan komitmennya dalam berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga kokoh dalam integritas. Bagi Unisda, kualitas dan moralitas adalah dua hal yang tak terpisahkan. Tanpa keduanya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah berisiko tidak memberi nilai manfaat yang optimal, bahkan berujung pada kesejahteraan masyarakat yang tak kunjung tercapai.
Baca Juga: Mahfud MD Siap Guncang Unisda Lamongan, Angkat Isu Etika Akademik di Hadapan Mahasiswa S3
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, kampus dengan tagline Beyond Smart University ini membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas melalui biaya yang relatif terjangkau. Upaya ini menjadi jawaban atas meningkatnya biaya pendidikan yang kerap menjadi kendala bagi banyak kalangan.
Baca Juga: Di Balik Kemapanan, Arum Sabil Pilih Jalan Sunyi Menempuh Program Doktor
Ketua Senat Unisda, Prof. Dr. HM. Afif Hasbullah, M.Hum, menegaskan bahwa kehadiran Unisda merupakan bagian dari solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program beasiswa, jumlahnya masih belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
“Unisda hadir sebagai alternatif solusi pendidikan di tengah keterbatasan tersebut,” ujarnya di Lamongan, Kamis (23/4/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama, mulai dari PWNU, PCNU, MWC, badan otonom, lembaga, hingga ranting di seluruh Jawa Timur, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik pada jenjang sarjana, magister, maupun doktor.
“Mari jadikan Unisda sebagai rumah besar menimba ilmu,” tuturnya.
Sebagai informasi, Program Magister (S2) Unisda membuka skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk beberapa program studi, yakni Hukum, Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Agama Islam. Melalui program ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi dengan biaya sekitar Rp14,5 juta hingga tuntas.
Program RPL dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi para pengasuh pondok pesantren maupun guru madrasah, sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.
Sementara itu, Program Doktor Unisda menawarkan pilihan studi Pendidikan Agama Islam dan Studi Islam dengan total biaya sebesar Rp55 juta. Khusus bagi Ketua PCNU, tersedia skema biaya khusus sebesar Rp30 juta, ditambah Rp5 juta untuk biaya pendaftaran.
Melalui program tersebut, Unisda menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, para Ketua PCNU se-Jawa Timur telah menyandang gelar doktor sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Adapun jadwal pendaftaran mahasiswa baru Unisda dibagi dalam dua gelombang:
Gelombang I: 1 April hingga 24 Juni 2026
Gelombang II: 1 Juli hingga 24 September 2026 (Jbr-1/AAR).



