Beasiswa Cinta Bergema Diluncurkan, Bupati Jember Sebut Pendidikan Cara Terbaik Entas Kemiskinan
Jember, Portal Jawa Timur – Angka kemiskinan di Jember ternyata masih cukup merisaukan. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah orang miskin di kota suwar-suwir ini, tidak pernah di bawah 200 ribu. Sehingga menempatkan Jember sebagai kabupaten yang angka kemiskinannya secara absolut terbanyak kedua di Jawa Timur. Bahkan data terakhir di Kementerian Sosial RI, angka kemiskinan ekstrem terbesar di Jawa Timur ada di Jember.
Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Minta Pendirian Sekolah Rakyat Tak Mematikan Sekolah Swasta
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jember Jawa Timur Muhammad Fawait ketika meluncurkan Beasiswa Cinta Bergema saat digelar Pro Gus’e Spesial di aula Dinas Pendidikan Jember, Rabu (18/6/2025) malam.
Baca Juga: Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ: Jadilah Pribadi yang Excellent dan Impact Full
Menurut Gus Fawait, untuk mengetahui angka kemiskinan tidak bisa hanya menduga-duga tapi berbasis data, sehingga tidak ada maksud untuk menyalahkan pemimpin sebelumnya lantaran data yang berbicara. Kata Gus Fawait, saat dirinya pertama kali jadi Bupati Jember, yang ditanya adalah data.
“Kita tidak boleh main perasaan. Perasaan saya kemiskinan sudah turun. Perasaan saya masyarakat Jember sudah sejahtera. Tida boleh. Pertama yang saya cek adalah data. Data kemiskinan,” ujarnya.
Hasil cek data Gus Fawait ternyata angka kemiskinan di Jember cukup memprihatinkan.
Untuk mengentas angka kemiskinan, maka disusunlah strategi dengan tiga jenjang, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kata Gus Fawait, jika berbicara pengentasan kemiskinan dalam jangka panjang, maka jawabannya adalah pendidikan.
“Tidak ada (cara lain) untuk mengentas kemiskinan dalam jangka panjang kecuali lewat ilmu pengetahuan (pendidikan),” jelasnya.
Gus Fawait lalu mengambil contoh Singapura. Katanya, awalnya Singapura adalah negara kecil yang sumber daya manusianya sedikit, jauh jika dibandingkan dengan Indonesia. Kekayaan alam Singapura, tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan Indonesia. Tapi kenapa Singapura saat ini menjadi negara maju?
“Karena di awal-awal kemerdekaannya, Singapura melakukan investasi besar-besaran untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Itulah yang membuat Gus Fawait menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan dalam memimpin Jember.
Dan peluncuran Beasiswa Cinta Bergema menjadi bukti keseriusan sang bupati untuk mengentas kemiskinan sekaligus mengangkat drajat masyarakat Jember.
Beasiswa Cinta Bergema merupakan akronim dari Beasiswa Bupati Jember untuk Generasi Masa Depan.
Dalam program Beasiswa Cinta Bergema tahun ini, Pemkab Jember menyediakan 8.000 beasiswa untuk mahasiswa.
“Ada 8.000 mahasiswa asli Jember (ber-KTP Jember) sebagai penerima,” lanjut Gus Fawait.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono mengatakan, peruntukan Beasiswa Cinta Bergema dibagi dalam 6 jenis atau jalur. Yaitu jalur prestasi, guru perangkat desa, afirmasi ekonomi, santri pondok pesantren, kompetisi, dan jalur khusus yang itu mengakomodasi kelompok masyarakat yang berkontribusi pada pemerintah daerah.
“Anak guru ngaji masuk di kelompok khusus,” terang hadi.
Di tempat yang sama, anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat mengapresiasi program beasiswa tersebut. Ia berharap agar beasiswa tepat sasaran. Untuk itu, ia mendukung keinginan Gus Fawait agar dilakukan uji publik bagi calon penerima beasiswa.
“Maka ketika beasiswa tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh penerima, maka harus dihentikan, dan dialihkan kepada mahasiswa yang benar-benar fokus kuliah,” pintanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsi Khoris. Menurutnya, masyarakat dalam hal ini mahasiswa memang sudah selayaknya dapat beasiswa, tentu dengan kriteria yang ada.
“Semua berhak mendapatkan beasiswa baik umum maupun santri,” ucapnya (Jbr-1/AAR).



