Pendidikan

S3 Tak Lagi Elitis, Unisda Lamongan Hadirkan Pendidikan Doktoral Berkualitas dengan Biaya Terjangkau

Lamongan,  Portal Jawa Timur – Ilmu memang bernilai tinggi, tetapi biaya pendidikan tidak harus selalu mahal. Prinsip inilah yang diwujudkan oleh Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (Unisda) Jawa Timur.

Perguruan tinggi yang berlokasi di Jalan Airlangga Nomor 03 Sukodadi Lamongan ini mengambil langkah progresif dengan menghadirkan program doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) sejak Oktober 2025. Menariknya, program tersebut ditawarkan dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp55 juta.

Ketua Program Studi Doktor Unisda, Prof. Babun Suharto, menegaskan bahwa kebijakan biaya terjangkau ini merupakan upaya nyata untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya di jenjang doktoral.

“S3 tidak hanya untuk kalangan tertentu, atau elit. Siapa pun berhak mengakses pendidikan tinggi dengan biaya yang rasional,” ujarnya di Lamongan, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, total biaya Rp55 juta tersebut sudah mencakup seluruh komponen akademik, mulai dari dana awal, SPP, ujian kualifikasi, ujian proposal, ujian hasil, hingga ujian tertutup dan terbuka. Dengan demikian, mahasiswa dapat menempuh pendidikan tanpa dibebani biaya tambahan yang memberatkan.

Meski dikenal dengan biaya yang relatif ringan, Unisda tetap menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Proses pembelajaran dijalankan secara profesional dengan standar akademik yang ketat.

“Kualitas adalah harga diri kampus. Kami tidak akan pernah mengorbankannya dalam kondisi apa pun,” tegas Prof. Babun.

Komitmen tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan doktor yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing tinggi di tengah dinamika global.

Tak berhenti di situ, Unisda juga baru saja memperoleh amanah dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membuka program S3 Studi Islam. Program ini menawarkan sedikitnya 18 konsentrasi keilmuan, di antaranya agama dan kebijakan publik, literasi dan perpustakaan, gender, hukum Islam, hingga ekonomi syariah.

“Pilihan konsentrasi yang beragam ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat akademiknya secara lebih spesifik, dengan biaya yang tetap terjangkau,” imbuhnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun cukup tinggi. Pada angkatan kedua, tercatat sebanyak 80 calon mahasiswa telah mendaftar di kedua program S3 tersebut. Dari jumlah tersebut, 20 peserta telah menuntaskan proses administrasi, sementara sisanya diharapkan segera menyusul sebelum perkuliahan dimulai.

Rencananya, kuliah perdana akan digelar pada 17–18 April 2026, dengan batas akhir pendaftaran pada 7 April 2026.

Langkah Unisda ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi berkualitas tidak harus eksklusif. Justru sebaliknya, semakin inklusif aksesnya, semakin besar pula kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!