News

Satu Abad Nahdlatul Ulama: Ngondhuh Berkah dan Ngerandu Poasa’an, Merawat Warisan Budaya dan Spirit Keislaman di Jember

Jember,  Portal Jawa Timur – Memasuki usia satu abad pada tahun 2026, Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya merayakan perjalanan panjang organisasi, tetapi juga merefleksikan kontribusinya terhadap bangsa dan agama. Dalam semangat tersebut, Lesbumi PCNU Jember berkolaborasi dengan PTIQ Nurul Quran Sukogidri-Ledokombo, NHP Film, dan Sanggar Umah Wetan menggelar acara bertajuk Ngondhuh Berkah, Ngerandu Poasa’an.

Acara tersebut dihelat di Aula PTIQ Nurul Quran, Sukogidri, Kecamatan Ledokombo Jember, Ahad (15/2/2026) malam.

Menurut Pengasuh PTIQ Nurul Quran Ledokombo, KH Muhammad Izzuddin, tema Ngondhuh Berkah, Ngerandu Poasa’an sengaja dipilih untuk menggambarkan esensi dari peringatan satu abad NU. “Ngondhuh Berkah” berarti mencari berkah dari Allah SWT melalui berbagai amalan.

Sedangkan “Ngerandu Poasa’an” mengajak masyarakat untuk merenungkan makna puasa sebagai latihan spiritual.

“Kami ingin acara ini tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan intelektual bagi semua yang hadir, kita harus meneladani Rasulullah melalu ajaran para ulama, seperti KHR As’ad Syamsul Arifin dan KH Ahmad Shiddiq yang kita diskusikan malam mini”, ujarnya.

Rangkaian acara dimulai dengan lantunan Salawat Al Wasilah PTIQ Nurul Quran Ledokombo,  Mamaca Sang Duta, Babad Satus Taun NU karya Cak Sid dari Sanggar Umah Wetan, kemudian dilanjutkan oleh pembacaan puisi oleh penyair nasional Muhammad Lefand dari Lesbumi Jember.

Puncak acara adalah pemutaran film dokumenter “KH. Achmad Shiddiq: Islam dan Pancasila” yang diproduksi oleh NHP Film.

Perwakilan NHP Film, Yusrizal, film tersebut dibuat untuk mengenang jasa-jasa KH Achmad Shiddiq dalam merumuskan konsep Islam Nusantara yang moderat.

“Kami berharap penonton dapat mengambil hikmah dari perjuangan beliau, terutama dalam konteks kebangsaan saat ini yang kerap diuji dengan isu-isu intoleransi,” harapnya.

Sementara itu, Prof.  Akhmad Taufiq menyampaikan apresiasi dan masukan terhadap narasi sejarah yang perlu diperhatikan secara cermat. Katanyta, film tersebut menarasikan pemikiran dan peran Kiai Ahmad Shiddiq tentang dialektika hubungan antara Islam dan Pancasila, yang menjadi dasar bagi NKRI.

“Untuk diketahui oleh kita semua bahwa perjalanan NU dan bangsa ini tidak lepas dari diskursus yang pelik tapi produktif,” jelasnya.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut dihadiri oleh ratusan santri, dewan guru/ustadz, seniman, aktivis, dan masyarakat umum.

“Selain sebagai bagian dari peringatan satu abad NU, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama dan sesama anak bangsa”, ujar Siswanto Ketua Lesbumi Jember (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!