Raih IPK Tertinggi D3 Kebidanan UIJ, Uswah Sebut Tanggung Jawab Bidan Berat
Jember, Portal Jawa Timur – Uswatun Hasanah, sosok yang satu ini cukup menonjol di antara ratusan wisudawan-wisudawati yang tengah mengikuti Rapat Terbuka Senat Senat Universitas Islam Jember (UIJ) di Hall Convention New Sari Utama, Sabtu (20/12/2025).
Selain didapuk menyampaikan pesan dan kesan mewakili rekan-rekannya di acara tersebut, Uswah, sapaan akrabnya, juga tercatat sebagai lulusan dengan IPK tertinggi di D3 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kebidanan UIJ, yaitu 3,72.
Baca Juga: Bilqis, Calon Hakim Lahir dari Universitas Islam Jember
Memang, angka tersebut tidak tinggi-tinggi amat. Namun IPK untuk lulusan D3 Kebidanan, angka 3,72 sudah istimewa.
“Karena memang sulit, harus melakukan praktik bidan, dan itu tidak gampang,” ujar Uswah di usai mengikuti wisuda.
Baca Juga: Belqis Raih IPK Tertinggi Pendidikan Bahasa Inggris UIJ, Ini Rahasianya
Sebelum menjalani praktik, mahasiswa harus lulus mengikuti ujian praktik. Setelah lulus, baru dosen merekomendasikan sang mahasiswa untuk melakukan praktik bidan.
“Kalau ujian praktik tidak lulus, diulang sampai lulus,” terang Uswah.
Menurut lajang asal Desa Pakis Kecamatan Panti ini, saat praktik kebidanan, tidak hanya susah tapi juga deg-degan, Pasalnya, melayani persalinan adalah mempertaruhkan dua nyawa manusia sekaligus: ibu dan bayinya. Sehingga dituntut ekstra hati-hati.
“Melayani persalinan, tanggung jawabnya berat,” jelasnya.
Walaupun demikian, Uswah bersyukur akhirnya bisa merampungkan kuliahnya, bahkan dengan IPK yang tinggi.
“Tinggal nanti pengabdiannya di masyarakat,” ucapnya.
Alasan Memilih D3 Kebidanan
Uswah memang sejak remaja ingin bekerja dan mengabdi di bidang kesehatan. Apalagi sejak lama ia menjadi kader Posyandu. Peristiwa kecelakaan yang menimpa ibunya sekian tahun yang lalu, mendorong hasrat Uswah untuk kuliah di bidang kesehatan.
Ketika itu, Uswah harus merawat sendiri ibunya, ingin berbakti kepada wanita yang telah melahirkannya. Ia merasa betapa tidak gampang merawat orang sakit atau kecelakaan. Sebaliknya betapa penting kehadiran perawat bagi orang yang mengalami sakit atau kecelakaan.
“Setelah lulus SMA, saya memilih Fakultas Ilmu Kesehatan. Walaupun bukan di bidang perawat, tapi di bidang kebidanan, namun fungsinya sama, juga merawat kesehatan manusia,” paparnya.

Bagi Uswah, bekal untuk meraih mimpinya: melayani kesehatan (kebidanan) masyarakat, sudah dalam genggaman. Gelar A.Md.Keb. di belakang namanya, bukan sekadar simbol yang hampa makna tapi wujud kesungguhannya dalam menimba ilmu dan mengasah keterampilan selama3 tahun di bangku kuliah.
“Gelar itu saya persembahkan kepada orang tua saya, yang telah membimbing saya hingga menjadi orang,” jelasnya.
Ya, Uswah memang sosok anak yang sangat menghormati orang tuanya. Hal ini juga tercermin saat, ia didapuk mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan dan kesannya.
“Boleh kita beralih pandang ke sebelah kanan dan kiri kita? Di sana ada orang tua kita semua. Boleh kita berikan tepuk tangan dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk orang tua kita” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Uswah mengaku bangga bisa menjadi bagian dai UIJ. Dari sisi fasilitas, Fakultas Ilmu Kesehatan juga menyediakan apapun yang dibutuhkan mahasiswa, khususnya D3 Kebidanan.
“Saya juga bangga karena tahun depan D3 Kebidanan akan menjadi S1 Prodi Kebidanan,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



