Rejuvenasi Tanaman Jadi Solusi Budidaya Jeruk Berkelanjutan di Jember

Jember, Portal Jawa Timur – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus berkiprah memberi solusi kongkret bagi petani. Kali ini menggelar acara bertajuk Akselerasi Pengembangan Budidaya Jeruk Berkelanjutan di Kelompok Tani Ngudi Rejeki melalui Rejuvenasi Tanaman, Pengendalian Hama Terpadu, dan Penguatan Kelembagaan, Kamis 11 September 2025.
Rejuvenasi Tanaman dan pengendalian hama terpadu menjadi salah satu bagian untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Program ini digagas oleh dosen-dosen dari Jurusan Produksi Pertanian Polije sebagai respon terhadap penurunan produktivitas jeruk di Kelompok Tani Ngudi Rejeki. Dari potensi hasil panen 40–60 kg per pohon, petani hanya mampu menghasilkan sekitar 25 kg per pohon. Penurunan ini dipicu oleh faktor usia tanaman yang menua, serangan hama, serta kelembagaan petani yang belum optimal.
Ketua tim pelaksana, Ir. Refa Firgiyanto, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian sebelumnya, dengan fokus utama pada rejuvenasi tanaman, pengendalian hama ramah lingkungan, serta penguatan kelembagaan petani.
“Fokus kami pada peremajaan tanaman, pengendalian hama ramah lingkungan, dan penguatan kelembagaan agar petani tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki daya saing lebih kuat,” jelasnya.
Program ini dijalankan dengan dukungan Teaching Factory Kebun Inovasi Polije, yang berperan dalam peremajaan kebun jeruk dan penerapan teknologi pertanian modern. Hasilnya, tanaman jeruk yang semula kurang produktif kini mulai menunjukkan peningkatan hasil panen dan ketahanan terhadap serangan hama.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki pun menyambut baik program ini.
“Jeruk kami kini lebih produktif, serangan hama berkurang, dan hasil panen meningkat. Program ini memberi harapan besar untuk pengembangan usaha tani kami,” ungkapnya.
Program ini didukung oleh hibah PNBP Polije 2025 melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Teaching Factory, dan melibatkan para dosen hortikultura seperti Fandyka Yufriza Ali, Leli Kurniasari, Ir. M. Bintoro, serta Estin Roso Pristiwaningsih.
Melalui sinergi antara kampus dan petani, Polije berharap budidaya jeruk berkelanjutan dapat diwujudkan di wilayah Jember, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara nyata (Jbr-2/BBG).



