Pendidikan

Dari Jember untuk Dunia: Deklarasi Perdamaian Menggema di UIN KHAS Jember

 Jember,  Portal Jawa Timur – Di tengah meningkatnya konflik global dan berbagai bentuk kekerasan yang melukai nilai-nilai kemanusiaan, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tampil lantang menyerukan pentingnya perdamaian dunia yang berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan lintas bangsa.

Baca Juga: Keren! UIN KHAS Jember Perkuat Sistem Informasi Publik Berbasis Teknologi Digital

Seruan moral tersebut menggema dalam kegiatan Halal Bihalal Bu Nyai Nusantara, Naharul Ijtima’ & Halaqah Pengasuh Pesantren se-Jawa Timur yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) kampus UIN KHAS Jember, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Pesantren untuk Perdamaian Dunia: Jalan Peradaban dari Indonesia

Suasana penuh khidmat dan haru terasa ketika empat mahasiswa internasional UIN KHAS Jember secara bergantian membacakan Deklarasi Perdamaian Dunia menggunakan bahasa dari negara masing-masing. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Indonesia, Tailan, Bangladesh, dan Nigeria, mencerminkan semangat persaudaraan lintas negara dan budaya yang menjadi ruh deklarasi tersebut.

Berikut ini naskah naskah Deklarasi Perdamaian Dunia selengkapnya.

Deklarasi Perdamaian Dunia Berlandaskan Nilai-nilai Kemanusiaan dan Perdamaian

Kami mahasiswa internasional UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Bersama Bu Nyai Nusantara, dengan ini mendeklarasikan:

  1. Menolak segala bentuk kekerasan. Kami mengecam segala bentuk agresi militer terorisme dan penindasan yang mengorbankan nyawa warga sipil serta menghancurkan masa depan generasi muda;
  2. Menjunjung tinggi diplomasi. Kami mendorong para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog intelektual dan negosiasi damai di atas kekuatan senjata dalam menyelesaikan setiap persengketaan;
  3. Kesetaraan dan keadilan global. Kami menuntut dihapuskannya segala bentuk diskriminasi dan ketimpangan sistemik yang menjadi akar dari konflik horizontal di berbagai belahan dunia;
  4. Solidaritas lintas batas. Sebagai warga dunia, kami berkomitmen untuk membangun jejaring persaudaraan lintas negara demi mempromosikan budaya toleran dan moderat;
  5. Ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan. Kami berjanji akan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kemajuan peradaban bukan untuk menciptakan alat penghancur sesama manusia.

Naskah Deklarasi Perdamaian Dunia tersebut ditandatangani oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Arief, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Zainal Abidin, Kepala Pusat Studi Pesantren LP2M UIN KHAS Jember, Moh. Nor Afandi, Ketua Bu Nyai Nusantara Jember, Najmah Fairus, serta Ketua Bu Nyai Nusantara Jawa Timur, Maslachatul Ammah Sholeh.

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Hepni mengajak para ibu nyai untuk terus berikhtiar dan bersuara agar agama tidak terjebak dalam dogma yang sempit dan pemahaman yang kerdil. Ia menilai, agama semestinya tampil sebagai penyejuk dan kekuatan moral dalam meredakan konflik kemanusiaan yang kian kompleks. Tapi kenyataannya terkadang tidak demikian.

Mengutip pandangan sejumlah pakar, Prof. Hepni menjelaskan bahwa agama memiliki dua sisi: dapat menjadi perekat persaudaraan, namun juga rentan dimanfaatkan sebagai alat pemicu konflik jika dipahami secara sempit dan eksklusif. Karena itu, ia menilai kehadiran ibu nyai sangat penting untuk menguatkan wajah agama yang ramah, teduh, dan menebarkan kasih sayang.

“Para ibu nyai bisa mengambil peran besar di titik itu, menjadikan agama sebagai penyejuk dan sumber perdamaian,” tegasnya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 600 ibu nyai dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut diselenggarakan oleh Bu Nyai Nusantara (BNN) Jember bekerja sama dengan Pusat Studi Pesantren LP2M UIN KHAS Jember. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan peran pesantren dan perempuan ulama dalam membangun peradaban dunia yang damai, inklusif, dan berkeadilan (Jbr-1/AAR).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!