Mental Petarung! Atlet Pagar Nusa UIN KHAS Jember Ini Taklukkan Ketatnya Kejurprov, Bawa Pulang Medali
Surabaya, Portal Jawa Timur – Moh Supriady Ali Sahbana. Nama yang mungkin belum lama dikenal, namun kini mulai menggaung lewat prestasi yang ia ukir. Meski “hanya” membawa pulang medali perunggu dalam Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Piala Wali Kota Surabaya, capaian Kang Ali—sapaan akrabnya—jauh dari sekadar hasil biasa. Ia adalah simbol perjuangan, ketekunan, dan mental baja yang patut diapresiasi.
Ajang yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 itu bukanlah kompetisi sembarangan. Deretan atlet tangguh dari institusi besar seperti TNI, Brimob, hingga Puslatda Jawa Timur turut ambil bagian. Di tengah ketatnya persaingan, Kang Ali tampil penuh determinasi, menunjukkan daya juang yang tak mudah runtuh. Hingga akhirnya, ia berhasil mengamankan posisi ketiga dan mempersembahkan medali perunggu untuk Kabupaten Jember.
Baca Juga: Pagar Nusa Jember Gelar Konsolidasi, Tata Struktur Pengurus di PAC dan Ranting
Namun, di balik pencapaian tersebut, kerendahan hati tetap menjadi pijakan. Kang Ali menyadari bahwa perjalanan menuju puncak masih panjang.
“Juara 3 bukanlah kemenangan, melainkan tambahan pengalaman. Seorang pemenang sejati hanyalah juara 1. Tapi setidaknya, saya sudah menyumbangkan satu medali perunggu untuk Jember. Di semifinal tadi, saya belajar bahwa masih banyak yang harus diperbaiki,” ungkapnya dengan penuh refleksi.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta keluarga besar UIN KHAS Jember seraya meminta agar tidak kecewa dengan capaian yang diraihnya. Kang ali pun berkomitmen untuk meraih yang terbaik di masa yang akan datang.
“Terima kasih buat Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang sudah memberikan support serta doa. Mohon maaf sudah membuat kalian kecewa, tapi ini bukanlah akhir, di fight selanjutnya saya akan jadi lebih baik,” jelasnya.
Sebagai Kepala Kepelatihan Pagar Nusa UIN KHAS Jember, Kang Ali tak hanya berjuang untuk dirinya sendiri. Ia juga menjadi inspirasi dan motor penggerak bagi para atlet muda. Baginya, kunci utama menjadi petarung sejati bukan hanya terletak pada fisik, tetapi pada kekuatan mental.
“”Jika kalian ingin menjadi seorang juara atau petarung, yang harus kalian bentuk pertama kali adalah mental petarung. Karena ketika sudah memasuki arena, bahkan sebelum masuk arena, yang pertama kali bertarung adalah mental di dalam diri kalian. Dalam gelanggang, jangan ragu untuk menyerang, jangan pernah takut dipukul, jangan takut dibanting, jangan takut ditendang. Jangan lihat siapa lawanmu, tapi buatlah lawanmu yang melihat siapa dirimu,” tambahnya.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Gelora Pancasila Surabaya itu, Kang Ali turun di kelas Senior Standfight 56,7 kilogram putra, mewakili Kabupaten Jember. Mahasiswa semester akhir Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember tersebut, berhasil melangkah hingga babak semifinal sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan atlet dari Puslatda Jawa Timur.
Menariknya, Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang menjadi wadah perjuangannya baru berdiri sekitar delapan bulan lalu. Namun di usia yang masih sangat muda, organisasi ini sudah mampu menunjukkan eksistensinya dengan mengirimkan kader terbaiknya bersaing di level provinsi.
Medali perunggu ini mungkin bukan akhir yang diimpikan, tetapi jelas merupakan awal dari perjalanan panjang menuju puncak prestasi. Dan dari gelanggang itu, satu hal menjadi pasti: semangat Kang Ali belum selesai, justru baru saja dimulai (Jbr-1/AAR).



