Pendidikan

Pengukuhan Yudisi Sarjana S1, Dekan FKIP UIJ Sebut 3 Hal yang Mesti Disiapkan Alumni

Jember,  Portal Jawa Timur –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Jember (UIJ) Solahudin Al Ayubi mengungkapkan tiga hal yang mesti dimiliki oleh alumni FKIP UIJ. Tiga hal tersebut adalah modal dalam meniti karir sekaligus modal hidup di  tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember Raih Akreditasi Baik Sekali

“Ketiganya adalah adab, ilmu, dan kemampuan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh,” ucap Solahudin saat memberikan sambutan di Rapat Terbuka Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Acara Pengukuhan Yudisi Sarjana S1 di aula Miftahul Ulum kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo 101, Kaliwates Jember, Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga: Mendapat Penghargaan dari UIJ, Fury Berkomitmen untuk Terus Berkarya

Menurut Solahudin, adab atau akhlak alias tatakrama wajib dimiliki oleh para alumni. Tanpa adab, betapapun tingginya ilmu seseorang, maka tidak banyak memberikan manfaat, atau bahkan sia-sia ilmu yang dimilikinya.

“Jadi adab teramat penting dimiliki,” tambahnya.

Sedangkan ilmu, juga sangat penting, dan ini sudah dimiliki, lebih-lebih sudah dikukuhkan sebagai sarjana.

“Tinggal bagaimana memanfaatkan ilmu itu, tentu harus diiringi dengan akhlak,” jelasnya.

Berikutnya adalah kemampuan menerapkan ilmu yang dimiliki. Kata Solahudin, penerapan ilmu terkait dengan skil dan keunggulan masing-masing. Tapi apapun, jadilah yang terbaik.

“Kalau jadi guru BK, jadilah guru BK yang terbaik. Jadi guru matematika, jadilah guru matematika yang terbaik, dan begitu seterusnya,” ujarnya.

Solahudin menambahkan, menjadi yang terbaik adalah penting, bahkan sangat penting. Sebab, persaingan di bursa kerja cukup ketat. Katanya, orang yang mau menjadi guru, banyak, dan tidak hanya dari UIJ.

“Maka yang dibutuhkan adalah kemampuan menjadi guru terbaik sesuai bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap agar alumni FKIP UIJ  tidak melupakan tanggungjawabnya sebagai corong Ahlussunnah wal Jamaah, apapun profesinya.

“Harapan kami teruslah menjadi kader-kader Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” pungkasnya.

Yudisium tersebut diikuti oleh 76 mahasiswa FKIP dari program studi Pendidikan Matematika, Bimbingan dan  Konseling, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!