Pendidikan

Paparkan Keterbukaan Informasi Publik, Rektor UIN KHAS Jember Sebut Ingin Bangun Kampus yang Transparan, Berintegritas, dan Bermutu

Jakarta,  Portal Jawa Timur – Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof Hepni didampingi Kepala Biro AUPK, Dr. Nawawi menghadiri Presentasi Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hepni menegaskan bahwa UIN KHAS Jember memandang keterbukaan informasi sebagai “amanah besar” sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, responsif, dan bermutu. Ia membuka paparannya dengan pengantar salam, seolah menegaskan kesiapan lahir batin untuk memasuki ruang evaluasi publik.

Rektor menjelaskan bahwa UIN KHAS Jember merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Tapal Kuda yang memiliki posisi strategis, baik secara geografis maupun sosiologis. Berbasis pesantren dan membawa nama besar Kiai Haji Achmad Siddiq, kampus ini, menurutnya, memiliki karakter tersendiri yang membentuk nilai, budaya, dan arah transformasi.

Sejak dilantik pada Oktober 2023, Prof. Hepni menyebut berbagai capaian yang diraih kampus. Akreditasi institusi yang semula A berhasil ditingkatkan menjadi APT Unggul, menempatkan UIN KHAS Jember pada posisi 9 dari 58 PTKIN se-Indonesia. Dampaknya, lebih dari 80% program studi kini telah menyandang akreditasi unggul, termasuk prodi-prodi keagamaan.

Tidak hanya itu, jumlah profesor melonjak dari empat menjadi 23, dan UIN KHAS Jember ditunjuk oleh Kementerian Agama sebagai percontohan Zona Integritas, sekaligus peningkatan kapabilitas Satuan Pengawas Internal (SPI).

“Mutu bagi kami itu meaningful, upgrading, transformatif, dan unggul,” tutur Prof. Hepni, menegaskan arah pengembangan lembaga.

Rektor juga menyinggung dinamika rekrutmen mahasiswa yang kini kian menantang akibat agresivitas penerimaan mahasiswa di PTN dan kemunculan Ma’had Aly sebagai kompetitor pada ranah keagamaan. Untuk itu, UIN KHAS Jember membentuk unit PMB khusus yang bekerja sepanjang tahun, menjalin kerja sama strategis dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, pesantren, hingga sekolah-sekolah tingkat SLTA. Salah satu strategi uniknya adalah golden ticket, beasiswa penuh tanpa tes bagi siswa yang memiliki rekam jejak kepemimpinan seperti pengurus Pramuka atau OSIS.

Prof. Hepni juga menekankan semangat keterbukaan. Dengan dukungan kerja sama 20 media online dan saluran TV kampus, prinsip layanan publik UIN KHAS Jember dirumuskan menjadi tiga kata kunci: faster, better, stronger.

Kepala Biro AUPK, Dr. Nawawi, menambahkan dimensi penting dari transformasi tersebut yakni digitalisasi layanan. Melalui platform single sign-on (SSO), layanan akademik, administrasi, hingga keuangan kini dapat diakses dalam satu portal terpadu. Mahasiswa tak perlu lagi datang ke kampus hanya untuk mengurus KRS, KHS, atau perizinan. Semua dilakukan dari rumah, cepat, dan terdokumentasi.

“Dampaknya luar biasa, baik dari sisi efisiensi waktu maupun ekonomi,” ujarnya.

Dalam sesi inti, Rektor dan Kabiro AUPK menyampaikan beberapa aspek penting:

  • Profil lembaga dan arah kebijakan pimpinan
  • Inovasi dan produk PPID
  • Transformasi digital: before–after
  • Efek PPID terhadap layanan publik
  • Indikator inovasi dan kerja sama media
  • Strategi publikasi, riset, dan edukasi masyarakat
  • Integrasi keterbukaan dalam aspek akademik dan non-akademik
  • Mekanisme pengaduan dan evaluasi kepuasan publik
  • Strategi marketing, pembukaan prodi baru, dan penyerapan alumni
  • Pengembangan kewirausahaan untuk dosen dan mahasiswa

Presentasi ini sekaligus menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi bagian dari budaya akademik yang sedang ditanamkan.

Dalam sesi tanya jawab, para juri mengajukan beragam pertanyaan strategis. Mulai dari impact publik, isu krusial dan mitigasinya, efektivitas komunikasi dua arah, hingga evaluasi keberhasilan program. Pertanyaan juga menyentuh keunggulan kampus, pola komunikasi ke masyarakat, publikasi riset, MoU/PKS nasional dan internasional, hingga bagaimana memastikan seluruh informasi yang disampaikan benar-benar bermanfaat bagi publik. Salah satu isu yang turut dibahas adalah bagaimana keterbukaan informasi diintegrasikan ke dalam proses akademik dan non-akademik, serta bagaimana kampus mengembangkan ekosistem kewirausahaan.

“Semua diarahkan untuk membangun kampus yang transparan, berintegritas, dan bermutu,” tutup Prof. Hepni.

UIN KHAS Jember, melalui kepemimpinan Rektor Prof. Hepni dan Kabiro AUPK Dr. Nawawi, tampak menempatkan keterbukaan sebagai inti transformasi. Tidak sekadar memenuhi standar, tetapi menjadikannya bagian dari kultur lembaga, menuju kampus yang bergerak lebih cepat, lebih baik, dan lebih kuat di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat (Jbr-1/WIL).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!