Olahraga

Bangkit dari Penantian Panjang, Persid Jember Raih Peringkat Tiga dan Tembus Liga 4 Nasional

Jember,  Portal Jawa Timur – Persid Jember memastikan diri sebagai peraih peringkat ketiga Liga 4 Jawa Timur setelah menghempaskan Persinga Ngawi dengan skor telak 4–1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Abdullah Waid Nahkodai Askab PSSI Jember: Amanah Baru, Ini Baru Amanah

Memang, yang bisa dibawa pulang oleh Persid hanya trofi juara ketiga. Namun capaian itu tetap layak disambut dengan kebanggaan. Sepanjang 14 pertandingan atau total 1.260 menit waktu normal, Persid tampil konsisten dan tak tersentuh kekalahan. Performa impresif itu baru terhenti di semifinal saat menghadapi Pasuruan United, Jumat (13/2/2026), lewat duel ketat yang berakhir dengan agregat 3–4 melalui adu penalti. Sebuah kekalahan yang tetap menyisakan kehormatan.

Baca Juga: JSG Sambut Pra Porprov IX Jatim dengan Wajah Kusam

Lebih dari sekadar posisi di klasemen, keberhasilan ini memutus penantian panjang. Selama dua dekade terakhir, Persid belum pernah menjejakkan kaki di Liga 4 Nasional. Kini, kerja keras itu terbayar.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyebut capaian tersebut sebagai kejutan membahagiakan.

“Ini surprise bagi saya dan tentu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. Penantian 20 tahun akhirnya terjawab. Tekad kuat anak-anak muda Persid membuktikan bahwa hari ini mereka mampu menembus Liga 4 Nasional dan meraih juara tiga. Ini prestasi luar biasa,” ujarnya saat menyambut kedatangan tim Persid di Hall Prajamukti Pemkab Jember, Senin (16/2/2026).

Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi nonakademik, termasuk olahraga, layak memperoleh perhatian setara dengan capaian akademik. Katanya, Pemerintah Kabupaten Jember siap memberikan dukungan konkret berupa fasilitasi pendidikan bagi para pemain yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Bagi adik-adik dan para pemain Persid yang ingin kuliah, sudah menjadi keharusan bagi Pemkab untuk memprioritaskan mereka. Di kampus mana pun, akan kita dukung,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen serta kolaborasi lintas sektor agar Persid tumbuh sebagai klub yang lebih profesional dan berdaya saing. Ke depan, Persid diharapkan tak hanya bertumpu pada dukungan pemerintah daerah, tetapi juga mampu menggandeng dunia usaha dan elemen masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tim yang diraih dalam waktu persiapan relatif singkat.

Alhamdulillah, ini buah komunikasi yang baik antara yayasan, manajemen, pelatih, dan pemain. Persiapan kami kurang lebih hanya satu bulan, bahkan masih dalam tahap seleksi. Namun soliditas tim dan dukungan penuh dari Gus Bupati serta pemerintah daerah membawa kami sampai di titik ini,” ujarnya.

Meski sempat membidik gelar juara, Ardi menilai posisi ketiga tetap merupakan capaian yang membanggakan. Evaluasi dan pembenahan terus dilakukan guna memperkuat skuad menghadapi Liga 4 Nasional. Saat ini, sembilan hingga sepuluh pemain tengah menjalani tahap uji coba untuk menambah kekuatan tim.

Ardi juga berharap Jember dapat dipercaya menjadi tuan rumah Liga 4 Nasional. Menurutnya, kesempatan tersebut bukan hanya soal prestise olahraga, melainkan juga momentum kebangkitan ekonomi daerah.

“Jika Jember menjadi tuan rumah, UMKM bergerak, perputaran ekonomi meningkat. Ini bukan sekadar kebangkitan sepak bola, tetapi kebangkitan masyarakat Jember,” tuturnya (Jbr-1/AAR).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!