Menyalakan Cahaya Ilmu dari Pesantren: Jalan Beasiswa ISNU untuk Santri Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Uupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia terus digelorakan oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jember. Melalui program beasiswa pendidikan tinggi, organisasi para sarjana NU ini berkomitmen membuka jalan lebih luas bagi para santri dan kader muda untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Baca Juga: Buat Buku Videografi dan Prodi Ilmu Komunikasi Kian Menyala, Agus Raih Award UIJ 2025
Memasuki tahun ketiga kerja sama dengan Universitas Islam Jember (UIJ), program tersebut tidak hanya berlanjut, tetapi juga mengalami perluasan signifikan. Pada tahun akademik 2026/2027, kuota penerima beasiswa ditargetkan mencapai 500 mahasiswa untuk jenjang sarjana (S1). Bahkan, rencana pembukaan jalur beasiswa jenjang magister (S2) juga mulai dipersiapkan.
Baca Juga: Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ: Tak Ada Gunanya Pintar Tapi Tak Diterima Masyarakat
Peluncuran program beasiswa tersebut dikemas dengan Buka Bersama & Launching Beasiswa ISNU Jember di Hotel Luminor Jember, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi penanda semakin kuatnya sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kapasitas intelektual generasi muda Nahdlatul Ulama.
Program beasiswa ini secara khusus menyasar para santri di pondok pesantren serta siswa dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Bagi banyak kader muda NU, kesempatan ini menjadi pintu penting untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang selama ini kerap terhambat faktor biaya.
Ketua ISNU Jember, Honest Dody Molasy, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menyiapkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh secara intelektual.
“Beasiswa ini ditujukan untuk para santri dan kader NU. Ini adalah wujud nyata peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya untuk internal NU, tetapi juga bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dalam tiga tahun terakhir, program ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada tahun pertama, sebanyak 180 mahasiswa menerima beasiswa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 223 penerima pada tahun kedua. Memasuki tahun ketiga, ISNU Jember bersama UIJ mematok target yang jauh lebih besar, yakni 500 penerima beasiswa untuk jenjang S1.
Sementara itu, Kepala Biro UIJ, Ach. Ilyasi mengatakan, tingginya antusiasme dari pesantren-pesantren di Jember menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan program tersebut. Selain memperkuat program beasiswa S1, pihaknya juga tengah mempersiapkan skema beasiswa untuk jenjang magister.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari pesantren-pesantren di Jember. Implementasi program ini akan dimulai pada tahun ajaran mendatang dengan sistem jemput bola ke sekolah-sekolah NU,” ungkapnya.
Ke depan, kolaborasi antara ISNU Jember dan UIJ tidak hanya berhenti pada bantuan biaya pendidikan formal. Kedua pihak juga merancang berbagai program penguatan kapasitas non-akademik, seperti pelatihan kecakapan khusus atau pengembangan keterampilan (skill development) bagi para santri dan kader.
Harapannya, para penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademis di bangku kuliah, tetapi juga memiliki bekal keterampilan praktis yang membuat mereka siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar program pendidikan, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara organisasi profesi sarjana dan perguruan tinggi dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, sekaligus memutus hambatan struktural yang selama ini membatasi generasi muda daerah untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Jbr-1/AAR).



