News

Seribu Cahaya Ramadan dari Yabappenatim: Mahasiswa UNIKHAMS Jember Dampingi Anak Yatim Belajar Baca Tulis Al-Qur’an

Jember,  Portal Jawa Timur – Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS RI Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember bekerja sama dengan Yabappenatim  Gebang menggelar sebuah acara bertajuk Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga: UNIKHAMS Lepas 9 Mahasiswa KKN–PPL Internasional 2026 ke Thailand, Tegaskan Misi Dakwah dan Pendidikan Global

Kegiatan yang digelar di lantai 2 aula Yabappenatim  itu, diisi dengan kegiatan baca tulis Al-Qur’an, buka bersama, dan salat berjamaah.

Baca Juga: Luar Biasa, Farhad Mahasiswa UNIKHAMS Jember Raih Juara II Kejuaraan Pencak Silat Nasional

Program Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan ini merupakan kali kedua digelar di tempat yang sama. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh UNIKHAMS Jember bersama BAZNAS RI, dengan tujuan menghadirkan pembinaan spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial.

Penanggung jawab program Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan, Nurul Anam, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa misi utama. Di antaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak-anak yatim piatu, menyalurkan donasi kepada lembaga yatim, serta mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Bedanya dengan tahun lalu, sekarang ada pengembangan UMKM, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung,” ujar Anam di sela-sela kegiatan.

link video terkait:

Model pengembangan UMKM yang dimaksud adalah memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM terpilih. Dari usaha tersebut, sebagian keuntungan kemudian disedekahkan untuk membantu pelaku UMKM lainnya agar bisa berkembang.

“Kalau ada untungnya, disedekahkan buat pelaku UMKM yang lain,” jelas Wakil Rektor UNIKHAMS Jember itu.

Pada pelaksanaan tahun ini, Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan diikuti oleh 31 pelajar dari Yabappenatim. Mereka didampingi oleh 31 Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS RI dari UNIKHAMS Jember.

Pendampingan itu tidak hanya menghadirkan bimbingan belajar, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan para pelajar. Di ruang sederhana itu, Ramadan seakan menjelma menjadi cahaya yang menyatukan kepedulian, pendidikan, dan harapan bagi masa depan mereka (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!