Sutikno, Menjelang Lengser dari Kursi Ketua KONI Jember, Ini Harapannya
Jember, Portal Jawa Timur – Sutikno. Sosok ini dikenal sebagai pengusaha sekaligus pegiat olahraga, khususnya sepak bola. Kesukaan Sutikno pada dunia olahraga, mengantarnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Jember dalam Musorkab KONI di Rumah Makan Terapung, Mei tahun 2021. Pelantikan KONI Jember dibawah ‘kabinet’ Sutikno dihelat November 2021.
Baca Juga: Dude, Striker Bersinar Aset Jember Asli Sukowono
Kini 4 tahun sudah berlalu. Pertengahan November 2025, Sutikno akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Ketua KONI Jember. Selanjutnya KONI Jember akan dinahkodai oleh Ervan Priambodo yang terpilih secara aklamasi dalam Musorkab 2025.
Baca Juga: Belum Dilantik, Waid Nyatakan Askab PSSI Jember Siap Gelar Ajang Porprov dan Piala Soeratin
Sutikno memang tidak maju lagi dalam bursa kandidat Ketua KONI Jember. Sebagai petahana, ia tentu mempunyai peluang besar untuk tetap mempertahankan posisinya. Namun ia memilih tidak mencalonkan diri lagi karena ingin memberikan kesempatan kepada sosok lain agar sama-sama berkontribusi dalam memajukan olahraga di Jember.Lebih dari itu, hingga batas waktu pendaftaran terakhir, Sutikno belum mendapat izin dari keluarganya untuk maju lagi dalam perebutan Ketua KONI Jember.
“Bagi saya, restu dari keluarga adalah hal yang prinsip,” ujarnya di Jember, Selasa (21/10/2025).
Empat tahun sudah berlalu, Sutikno tentu sudah mengabdi, mengerahkan tenaga dan kemampuannya untuk memajukan olahraga Jember.
Walaupun tidak fantastis, tapi KONI Jember di bawah kepemimpinan Sutikno tidak paceklik prestasi. Di antaranya ia membawa kontingen Jember di ajang Porprov Jawa Timur tahun 2022, menempati peringkat 9. Padahal di Porprov Jawa Timur tahun 2019, kontingen Jember hanya berada di posisi 24. Bahkan Bupati Hendy Siswanto sampai menyebut Jember terbang, bukan hanya melompat karena naiknya cukup tinggi, yakni peringkat 9.

Selain mampu bertengger di peringkat 9, hal lain yang sangat mengesankan adalah kesebelasan Jember mampu meraih medali emas setelah di final membungkam Kabupaten Pasuruan dengan skor 1-0. Hebatnya lagi, gol semata wayang itu dicetak oleh Richard Rahmad, yang tak lain adalah anak Sutikno.
“Ya medali emas sepak bola yang kita raih, bukan karena Richard tapi karena kerja sama tim,” ucapnya merendah.
Rekam jejak Sutikno di bidang sepak bola memang cukup panjang. Ketika menjadi Ketua Askab PSSI Jember, ia berhasil membawa tim Persid Jember U-17 menjuarai Piala Soeratin (2017).
Sebelumnya, Sutikno sebagai manajer sekaligus pelatih Nuris FC sukses membawa timnya menjuarai Liga Santri Nusantara 2015 setelah di final mengalahkan Pesantren Al-Asyariah Banten lewat adu penalti dengan skor 6-7.
Tidak hanya itu, Nuris FC dibawah besutan Sutikno juga berhasil memenangi turnamen Malindo Cup di Malaysia setelah di final menekuk tim tuan rumah Sekolah Sukan Tunku Mahkota Ismail dengan skor 2-1.
“Itu kenangan yang cukup berkesan bagi saya, Mas. Waktu saya diminta langsung oleh beliau, Kiai Muhyiddin untuk menangani Nuris FC buat Liga Santri,” ucapnya.
Dalam hitungan hari, Sutikno akan segera lengser dari posisinya sebagai Ketua KONI Jember. Namun ia tidak akan lepas dari dunia olahraga. Meskipun tidak lagi masuk di struktur KONI Jember, tapi Sutikno berkomitmen untuk tetap memajukan olahraga di Jember.
“Saya akan kawal dan support KONI sesuai dengan janji dan komitmen saya dengan Gus Bupati (Bupati Jember, Muhammad Fawait),” jelasnya.
Sebagai manusia, Sutikno mempunyai tentu banyak kekurangan selain kelebihan selama memimpin KONI Jember. Karena itu, ia mohon maaf kepada Bupati Jember, masyarakat dan cabor-cabor yang telah memberinya kepercayaan memimpin KONI Jember.
“Mohon maaf untuk semuanya, saya berharap semoga ke depan olahraga di Jember tambah maju,” pungkasnya.
Tidak ada kesempurnaan yang dimiliki manusia. Kesempurnaan yang absolut hanya milik Allah. Kekurangan dan kelebihan adalah sebuah keniscayaan bagi manusia, termasuk Sutikno (Jbr-1/AAR).



