Pendidikan

Rektor UIN KHAS Jember: Zona Integritas Bukan Soal Casing, tapi Keberanian Menolak Gratifikasi

Jember,  Portal Jawa Timur – Upaya Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam memperkuat tata kelola birokrasi yang bersih dan berintegritas terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Zona Integritas menuju Satker Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kegiatan tersebut digelar di hotel Royal, Jumat (28/11/2025).

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, Rektor UIN KHAS Jember, Prof Hepni menegaskan bahwa terpilihnya UIN KHAS Jember sebagai salah satu lokus penguatan Zona Integritas merupakan amanah strategis yang harus dijalankan secara substansial, bukan sebatas tampilan administratif.

“Zona integritas bukan soal casing, tapi keberanian menolak gratifikasi, mencegah korupsi, dan menjaga integritas secara konsisten,” ujar Prof Hepni.

Menurutnya, penguatan Zona Integritas perlu ditempatkan dalam kerangka besar tata kelola perguruan tinggi yang berpijak pada tiga “kompas” utama, yaitu eksistensi, resiliensi, dan developmentasi. Eksistensi dimaknai sebagai keberadaan institusi yang tidak sekadar hadir, tetapi bermakna, berdampak, dan kontributif. Sementara resiliensi adalah kemampuan bertahan sekaligus bangkit dan beradaptasi di tengah dinamika, dan developmentasi merupakan semangat bertumbuh melalui growth mindset serta pencapaian berkelanjutan.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku perubahan, bergerak cepat, dan berfokus pada target serta capaian yang terukur,” jelasnya.

Senada, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi menempatkan Zona Integritas sebagai agenda besar reformasi birokrasi nasional yang wajib diinternalisasi oleh seluruh elemen institusi. Menurutnya, Zona Integritas bukan hanya tanggung jawab unit tertentu, melainkan kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Zona Integritas hadir untuk memutus praktik birokrasi yang berbelit, tidak pasti, dan rawan anomali layanan. Tujuannya jelas: pelayanan publik yang transparan, bebas korupsi, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN KHAS Jember, Dr.Ainur Rofik menekankan pentingnya kesiapan internal lembaga dalam menyongsong WBK/WBBM, mulai dari pembentukan tim kerja yang solid, perencanaan program yang sinkron dengan kebijakan pimpinan, hingga pembangunan budaya kerja berintegritas di tingkat fakultas dan unit.

“Zona integritas bukan sekadar dokumen, tetapi membangun pola pikir, budaya kerja, dan sistem layanan yang bisa diuji melalui survei, pengawasan, dan evaluasi publik,” jelasnya.

Kegiatan FGD ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM oleh seluruh pimpinan dan peserta, sebagai simbol komitmen kolektif UIN KHAS Jember dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani (Jbr-1/WIL).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!