News

Tutup Tahun 2023, Pemkab Jember Sarat Prestasi, Hebat di Inflasi

Angka Inflasi Jember Terendah Kedua se-Jawa Timur

Jember,  Portal Jawa Timur – Sepanjang tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Jember tidak cuma sarat dengan prestasi  tapi juga hebat di inflasi. Prestasi sudah seabrek. Hampir tiap pekan Bupati Jember Hendy Siswanto menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Timur, dan instansi lain.

Selain sarat prestasi, inflasi di Jember juga hebat, dalam arti selalu terkendali. Bahkan untuk bulan Desember 2023, inflasi di Jember hanya 0,22 persen. Angka ini terendah ketiga se-Jawa Timur setelah Kota Kediri dan  Kabupaten Banyuwangi.

“Jadi ini bagus sekali, kado untuk hari jadi yang ke-95 Kabupaten Jember,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Tri Erwandi di acara Rilis Inflasi dan Deflasi di kantor BPS Jember, Selasa (2/1/2023).

Sedangkan dalam rentang waktu 1 tahun (2023), inflasi di Jember juga mampu direm, yaitu berada di angka 0,29. Angka ini terendah kedua setelah Banyuwangi yang angka inflasinya hanya 2,15 persen. Sedangkan Jawa Timur  sendiri angka inflasinya 2,92 persen.

“Jadi inflasi Jember masih  bagus baik secara bulanan (Desember 2023), maupun pertahun,” tambah Tri.

Tri menambahkan, ada 10 komoditas yang mempengaruhi naik-turunnya inflasi di Jember. Yaitu cabai rawet, cabai merah, beras, gula pasir, telur ayam  ras, bawang merah, bawang putih, emas perhiasan, dan rokok putih. 10 komoditas itu perlu terus dijaga stabilitas harganya, jangan sampai terjadi kekurangan stok.

“Khusus untuk cabai selalu masuk 3 besar  sebagai komoditas  yang harganya cenderung naik terus,” jelas Tri.

Sejumlah peserta rilis mempertanyakan campur tangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jember  yang tahun ini menggelontor 150.000 pohon cabai untuk masyarakat. Penggelontoran pohon cabai tersebut dimaksudkan agar ditanam di pekarangan rumahnya atau di kebun sehingga mereka tak perlu membeli cabai untuk dikonsumsi tiap hari.

Dengan begitu, cabai di pasar tak berkurang dan harga bisa stabil. Namun kenyataannya, cabai masih selalu masuk tiga besar penyumbang angka inflasi di Jember.

“Saya tidak begitu jelas informasinya soal itu, tapi menurut para petani, pohon cabai yang ditanam banyak yang terkena penyakit, daunnya rusak, tapi lebih jelasnya kita tanyakan kepada dinas terkait,” timpal perwakilan Bank Indonesia Cabang Jember Fathoni (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button